Di Republik China, Mobil Sedan Lebih Populer Dibandingkan MPV
Berbeda dengan Indonesia dimana kelas kendaraan keluarga serbaguna atau lebih dikenal dengan nama multi purpose vehicle begitu mendominasi pasar automotive nasional dimana market sharenya mencapai lebih dari 40 persen, maka di Republik Rakyat China kendaraan berjenis sedan justru lebih disukai dibanding mobi dari jenis lain, bahkan pembagian share marketnya mampu melebihi 75 persen dari seluruh pasar yang tersedia dinegara berpenduduk 2 miliar jiwa itu.
Lain ladang lain ilalang, lain lubuk lain pula ikannya, pepatah kuno tersebut nampaknya berlaku pula dalam industri kendaraan di era modern seperta saat ini. Setiap negara tujuan pemasaran sebuah produk otomotif memiliki selera serta segmentasi pasar tersendiri yang tak bisa lepas dari kebutuhan, kondisi geografis maupun karakteristik masyarakat di negeri itu sendiri.

Hal ini nampaknya terjadi di negeri Tiongkok dimana masyarakatnya lebih menggemari segmen sedan yang telah diidentikan sebagai jenis kendaraan untuk kalangan papan atas. China Association of Automobile Manufactures atau serikat pelaku industri otomotif di negeri Shaolin tersebut (semacam Gaikindo di Indonesia) menyebutkan bila pertumbuhan pasar automobile dinegara tersebut banyak dipicu oleh penjualan dari kelas sedan menengah hingga premium.
Meski masih dikuasai oleh merk lokal, namun bukan berarti kendaraan dari manufaktur asing baik dari sesama negara Asia maupun dari produsen asal Eropa dan Amerika tak mendapat tempat. Data menyatakan bila mobil sedan seperti Toyota Corolla Altis juga sangat populer di negeri tirai bambu ini. Mobil terlaris sepanjang masa ini bersaing ketat dengan beberapa produk lain seperti Ford Focus dan VW Lavida sedans.
Untuk beroperasi di wilayah RRC, brand otomotif terbesar di muka bumi itu berkolaborasi dengan dua buah manufaktur lokal yakni Guangzhou Automobile dan FAW Group. Laporan terakhir menyebutkan bila total sales mobil ToyotaMotor Corp medio Januari hingga Oktober 2014 mengalami peningkatan pertumbuhan sekitar 13 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Hal tersebut membuat TMC yakin dapat menembus angka penjualan sebanyak 1 juta unit diakhir Desember mendatang, sebagai catatan pada 2013 lalu, TMC berhasil menjual sebanyak 917,500 kendaraan di seluruh daratan Tiongkok. Optimisme tersebut didukung oleh kondisi industri otomotif Cina yang mulai membaik setelah sebelumnya sempat mengalami penurunan di awal tahun.
Low MPV Hanya Populer di Negara Berkembang
Lalu bagaimana dengan nasib kendaraan keluarga untuk strata menengah atau low MPV ? Meski dikenal memiliki rasa kekerabatan yang sangat dekat layaknya masyarakat di tanah air, namun nampaknya konsumen dinegara berpenduduk terbanyak di planet Bumi itu tak terlalu antusias dengan jenis kendaraan yang mampu mengangkut 7 – 8 orang penumpang tersebut.
Berbeda dengan Toyota Indonesia dimana mobil Low MPV seperti All New Avanza begitu perkasa dalam menguasai penjualan otomotif bahkan mendapat julukan sebagai mobil sejuta umat karena banyaknya unitnya yang lalu lalang di jalan jalan raya nusantara, di Cina, Toyota bahkan nyaris tak terdengar gaungnya dikelas mobil keluarga.
Memang nampaknya sudah garisnya bila produk LMPV hanya dapat bersaing dan meraih popularitas tertinggi di negeri berkembang saja, berbeda dengan van premium seperti Toyota Alphard yang juga diminati oleh konsumen di negara negara yang sudah maju baik dalam hal teknologi maupun taraf hidup penduduknya.
Periode menjelang pergantian tahun memang sangat dinantikan oleh para pelaku bisnis otomotif didunia, di China masa masa ini dikenal dengan nama Golden September serta Silver Oktober sementara di Indonesia menjelang akhir tahun biasanya pembelian kendaraan roda empat meningkat secara signifikan dan dimanfaatkan oleh para produsen atau APM untuk melakukan promo penjualan special dengan memberikan diskon atau potongan harga khusus guna menarik minat konsumen.



Leave a Reply