Toyota Astra Motor memang cepat dalam menangkap potensi pasar dalam bursa otomotif nasional. Menyadari kebutuhan masyarakat di era modern seperti sekarang ini terutama bagi mereka yang berdomisili maupun beraktivitas di kota besar dimana kendaraan pribadi menjadi kebutuhan mutlak bukan hanya bagi kalangan atas namun juga menengah bahkan tingkat dasar, manufaktur ini menghadirkan citycar Agya sebagai solusi untuk moda transportasi dalam kota yang handal, praktis dan terpenting lagi berharga terjangkau.

Gayung bersambut, lahirnya Peraturan Pemerintah no. 41 Tahun 2013 serta diperkuat oleh Peraturan Kemenperin no. 33/2013 yang mengatur mengenai pengembangan produksi kendaraan bermotor roda empat hemat energi serta berharga terjangkau atau KBH2. Kedua kebijakan tersebut yang akhirnya memicu lahirnya segmentasi baru dalam dunia perotomotifan nasional yaitu mobil murah ramah lingkungan atau lazim disebut sebagai low cost green car.

mobil agya

Entry level product dari TAM ini menjadi pelopor dalam segmen tersebut bersama saudara kembarnya dari Astra Daihatsu Motor bernama Ayla. Duo citycar ini adalah produk pertama yang memenuhi semua elemen dalam kebijakan LCGC itu antara lain memiliki kapasitas mesin berbahan bakar bensin dibawah 1200 cc, pemakaian nama dan logo mencirikan karakter kenusantaraan serta petunjuk teknis lainnya.

Selain itu, harga Toyota Agya juga telah sesuai dengan besaran harga jual mobil LCGC yang ditetapkan melalui regulasi itu sendiri. Mobil ini pertama kali diperkenalkan melalui special preview pada ajang Indonesia International Motor Show bulan September itu akhirnya diluncurkan secara resmi setahun berikutnya atau tepatnya pada tanggal 10 September 2013 lalu.

Jumlah Permintaan lebih Banyak Dibanding LCGC Lainnya

Hebatnya pada acara yang dilaksanakan di Plaza Timur Senayan, Jakarta itu Agya langsung laris manis diserbu oleh konsumen. Para peminat citycar ini nampaknya tak sabar untuk segera memiliki mobil murah Toyota tersebut setelah menunggu selama satu tahun. Terbukti tak kurang dari 1500 unitnya ludes terjual hanya dalam tempo tiga jam saja, sebuah awal gemilang untuk sebuah produk baru dalam segmen baru pula.

Bukan hanya sekedar mencuri perhatian di awal saja, setelah proses peluncuran itu penjualan Toyota Agya juga tetap terjaga dan stabil. Bahkan sepanjang Januari hingga September 2014 saja, city car ini tercatat telah terjual 50.945 buahatau sekitar 5.660 unit setiap bulannya, hasil tersebut telah jauh melampaui target dari TAM yakni sebesar 4000 unit perbulan.

Dengan demikian, Agya menjadi kontributor terbesar untuk pencapaian TAM dalam segmen compact car pada periode tersebut yang menembus angka 72.624 buah kendaraan, jumlah tersebut membuat segmen ini mencatatkan pertumbuhan paling signifikan dibanding kelas lain dengan kenaikan mencapai 157,1 persen dibanding tahun lalu yaitu sebesar 28.242 unit untuk periode yang sama. Selain LCGCnya itu, line up mobil kompak Toyota diisi oleh Etios Valco, Prius Hybrid dan New Yaris.

Khusus untuk Agya, meski berlabel mobil murah namun kualitasnya tak perlu diragukan lagi karena telah memenuhi unsur standar dari Toyota Global Product. Selain dipasarkan didalam negeri, LCGC ini juga telah berhasil menembus ketatnya persaingan otomotif ditingkat dunia dengan ekspor kebeberapa negara tetangga.

Meski masih belum mampu menandingi kelas kendaraan keluarga serbaguna atau MPV , namun trend kendaraan kompak urban atau city car kian diminati oleh masyarakat tanah air terutama dari kalangan generasi muda dikawasan metropolitan. Toyota sendiri makin kokoh menjadi penguasa disegmen ini terbukti popularitas produk-produk mereka terus bertambah seiring dengan populasi Yaris di Indonesia yang semakin besar.